Kamis, 17 Agustus 2017

306 orang dari 599 orang yang berada di LP Kelas II A Metro, mendapat remisi


Usai melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di Stadion Tejosari, Kota Metro, Walikota dan Wakil Walikota Metro bersama dengan Fokorpimda Kota Metro mengikuti Upacara Pemberian Remisi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Metro, Kamis (17/08).


Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Metro, Teguh Wibowo, menjelaskan bahwa penyerahan remisi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Metro ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali yakni tepat pada Hari Kemerdekaan RI tanggal 17 agustus. Narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan adalah orang yang secara hukum dirampas hak kemerdekaannya, meski dirampas narapidana tetap memiliki hak yang harus tetap dipenuhi, salah satunya adalah memperoleh remisi yaitu pengurangan masa menjalani pidana (Remisi) bagi narapidana dan anak yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi, dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan dengan baik serta telahmemenuhi persyaratan yang ditentukan.

Adapun Narapidana yang memperoleh Remisi yakni sebanyak 306 orang dari 599 orang yang berada di LP Kelas II A Metro, dengan rincian Remisi 1 bulan sebanyak 45 orang, Remisi 2 bulan sebanyak 126 orang, Remisi 3 bulan sebanyak 89 orang, Remisi 4 bulan sebanyak 16 orang, Remisi 5 bulan 20 orang, dan Remisi Umum yakni langsung bebas pada hari ditetapkan sebanyak 10 orang.


Walikota Metro, Achmad Pairin, didalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan seperti ini, dengan harapan narapidana yang telah memperoleh Remisi dan dengan menunjukkan prestasi, dedikasi, dan disiplin tinggi nantinya setelah bergabung kembali di lingkungan masyarakat mampu melakukan penyesuaian diri dan ikut serta berperan aktif dalam pembangunan.


“Bagi seluruh narapidana yang mendapat remisi, saya ucapkan selamat. Bagi yang bebas, saya berpesan, berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum, kembalilah kepada keluarga, dan jadilah anggota masyarakat yang baik,” ungkap Pairin.

Pada kesempatan itu juga, Walikota dan Wakil Walikota Metro beserta Fokorpimda Kota Metro menyerahkan Surat Keputusan Remisi Narapidana secara simbolis kepada narapidana, serta menyerahkan Piagam Penghargaan Karya Dhika Prakasa kepada Pubian Idris dan Thobaqin atas keberhasilan mengungkap dan menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu di LP Kelas II A Metro.

Walikota Metro : Mari kita kenang jasa pahlawan dan kita jaga keutuhan NKRI


Pemerintah Kota Metro melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Upacara yang berlangsung di Stadion Tejosari, Kota Metro (17/08) dihadiri oleh Walikota Metro Achmad Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan, Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda, Fokorpimda Kota Metro beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kota Metro A. Nasir. A.T, Kepala SKPD serta seluruh Satker di Lingkungan Pemerintah Kota Metro, Ketua TP-PKK Kota Metro, Ketua GOW Kota Metro, Ketua DWP Kota Metro, Camat dan Lurah se-Kota Metro.


Ribuan peserta juga turut mengikuti upacara ini yang terdiri dari Pasukan TNI, Kepolisian, SATPOL PP, Hansip, KORPRI, PNS, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa, Pelajar, Pramuka, serta seluruh badan usaha di Kota Metro.

Berlangsungnya upacara peringatan HUT RI ke 72 ini, diawali dengan pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Metro, Anna Morinda.


Dilanjutkan dengan penyerahan Bendera Merah Putih oleh Walikota Metro kepada pembawa baki bendera, dan dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Anggota Paskibra Kota Metro yang terpilih terdiri dari siswa-siswi SMA/SMK/MA se Kota Metro.


“Dengan momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 ini, kita hendaknya mengingat jasa para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban demi kemerdekaan Indonesia, mari kita sebagai warga Kota Metro untuk melakukan yang terbaik demi Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya, dan untuk Kota Metro pada khususnya.” Achmad Pairin.

Senin, 14 Agustus 2017

Walikota Metro yang menjadi Pembina Upacara di SMP N 10 Metro

Walikota Metro mengajak seluruh guru beserta siswa-siswi bahwa Visi bukan hanya apa yang disampaikan dan bukan hanya apa yang dihafalkan, melainkan harus dilaksanakan bersama sehingga Visi Kota Metro dan Visi SMP N 10 Metro dapat berjalan dengan baik. Pernyataan tersebut yang disampaikan Walikota Metro Achmad Pairin pada saat upacara di SMP N 10 Metro (14/08).


Walikota Metro yang menjadi Pembina Upacara pada saat itu menyampaikan tentang Visi Kota Metro didalam amanatnya. Pairin juga mengingatkan bahwa nasib siswa-siswi ada ditangan siswa-siswi tersebut, ada ditangan para guru dan ada ditangan pemerintah daerah.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengajak kepada seluruh guru beserta siswa dan siswi agar dapat melakukan yang terbaik dengan cara melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik dan belajar dengan lebih baik lagi, sehingga apa yang dikerjakan akan menjadi nilai-nilai yang dapat diandalkan untuk sekolah dan untuk Kota Metro,” ucapnya.

Lanjutnya, Achmad Pairin mengingatkan kepada para guru untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan kebersihan. “Disiplin adalah modal utama, para guru harus dapat menjadi contoh yang baik bagi anak didiknya. Selain itu, Kota Metro yang telah mendapatkan predikat kota bersih se-Provinsi Lampung, mari kita bersama-sama menjaga dan mempertahankanya,” jelas Pairin.

“Mengingat anak-anak didik merupakan calon generasi muda dan calon penerus bangsa, saya mengingatkan kembali agar kita semua memerangi narkoba, jauhi obat-obat terlarang tersebut yang dapat merusak generasi muda,” tambah Pairin.

Jumat, 11 Agustus 2017

Walikota Metro Achmad Pairin didampingi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Ria Andari meninjau beberapa Sekolah

Walikota Metro Achmad Pairin didampingi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Ria Andari, meninjau SDN 2 Metro Selatan, SDN 5 Metro Selatan, SDN 8 Metro Selatan, SDN 7 Metro Selatan, dan SMP N 5 Metro (11/08).

Pada kesempatan tersebut, Walikota Metro melakukan sharing bersama dengan Kadis Pendidikan, Camat dan Kepsek terkait. Dari hasil peninjauan tersebut, Pairin menyampaikan bahwa kondisi sekolah yang sangat mendasar dalam hal ini adalah masalah jumlah murid yang masih perlu ditingkatkan.

“Dengan kondisi yang ada, maka peningkatan jumlah murid perlu ditingkatkan, dengan cara memberikan kepercayaan dan ketertarikan kepada masyarakat untuk meyakinkan anak-anaknya bersekolah disini,” ungkap Pairin.


Tambahnya, Achmad Pairin menyatakan, untuk memberikan ketertarikan tersebut salah satunya adalah dengan mengembangkan Ekstra Kulikuler. “Ekstra Kulikuler yang dimaksud salah satunya adalah dalam bidang kesenian, yakni kesenian tradisi adat jawa yang sangat membudaya wilayah Metro Selatan. Mudah-mudahan nantinya masalah alat kesenian dapat kita upayakan, sehingga kedepan dapat menambah ketertarikan dan keyakinan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya disini,” jelasnya.


“Dalam hal ini, pasti akan ada kerjasama dengan pamong, camat dan lurah setempat. Kalau tidak ada kerjasama pasti semua tidak dapat berjalan sesuai dengan keinginan kita bersama dalam mendukung kota pendidikan. Kami juga di lain kesempatan akan berkunjung ke sekolah lain untuk melakukan peninjauan serupa,” tutup Pairin.

Kamis, 10 Agustus 2017

Audiensi Pengurus Posdaya Masjid Nurul Iman ke Walikota Metro

Ketua Posdaya Masjid Nurul Iman menghadap Walikota Metro Achmad Pairin, untuk melakukan audiensi terkait akan di bentuknya Koprasi KSPPS BMT Cahaya Umayyah binaan LPPM UM Metro. Audensi yang berlangsung di Ruang Kerja Walikota Metro (10/08) tersebut turut dihadiri oleh Asisten II Sekda Kota Metro, Kepala Dinas sosial, Pihak Universitas Muhammadiyah Metro, Camat Metro Timur, Lurah Tejoagung dan tamu undangan.


Pada laporannya ketua Posdaya Masjid Nurul Iman Siti Nurjannah menyampaikan, Posdaya Nurul Iman tahun 2016 telah dinobatkan sebagai posdaya rujukan tingkat Nasional, yang pada sebelumnya telah mengikuti berbagai lomba tingkat nasional.

Menindaklanjuti hasil lomba tersebut, Posdaya Masjid Nurul Iman harus memiliki Lembaga Keuangan yang akan bekerja sama dengan pihak Yayasan Damandiri. Dengan harapan Pemerintah Kota Metro dapat menyaksikan MoU tersebut.

Adapun progam dari pihak Damandiri yang akan diterapkan pada Koprasi KSPPS BMT Cahaya Umayyah Kota Metro, yakni PMU-TABUR PUJA (Projec Management Unit – Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera). "Pihak Damandiri lah yang paling banyak memberi pinjaman di posdaya se Indonesia, dan alhamdulillah tahun ini Posdaya Masjid Nurul Iman lah yang mendapatkan program tersebut," terangnya.

Selain itu, pada program ini Koperasi KSPPS BMT Cahaya Umayyah akan meminjamkan dana kepada pengusaha kecil yang ada di Kota Metro. Dengan syarat setiap posdaya harus merekrut 100 anggota yang akan di jadikan 10 kelompok. "Mereka akan mendapatkan pinjaman maksimal Rp.2,000.000/orang, namun pada tahap kesatu ini kami hanya akan mencoba lima posdaya terlebih dahulu," ucap Siti Nurjannah.

"Didalam menjalankan pekerjaan ini lakukanlah dengan penuh ketelitian dan hati-hati, karena hal tersebut bersangkutan dengan masyarakat. Dari pada itu, tujuan dibentuknya koperasi ini juga pasti demi mensejahterakan pedagang kecil, karena yang paling utama nasabah tidak merasa terbebani atas bunganya," ujar Walikota Metro Achmad Pairin.

Penuhi Janji MUSRENBANG, Walikota Metro Achamd Pairin MOU dengan PT. PLN

Pemerintah Kota Metro dan PT. PLN (PERSERO) Distribusi Lampung Area Metro melakukan Penandatanganan Perjanian Kerjasama tentang Pengenaan, Pemungutan dan Penyetoran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) oleh PT. PLN (PERSERO) Distribusi Lampung Area Metro, yang berlangsung di Ruang Kerja Walikota Metro (10/08).


Maksud dan tujuan dari perjanjian kerjasama tersebut adalah sebagai dasar melakukan pemungutan PPJ kepada masyarakat pelanggan PLN dan Penyetoran PPJ ke Kas Daerah Kota Metro, serta untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan menjamin Kelancaran Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kota Metro yang berasal dari PPJ.

Menurut laporan Kepala badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Metro, Arif Joko Arwoko, perjanjian kerjasama ini merupakan sebagai pengganti perjanjian kerjasama sebelumnya yang ditandatangani pada tahun 2012 yang lalu. Dan perjanjian kerjasama ini telah melalui beberapa kali pembahasan yang dimulai sejak telah diundangkannya Perda Kota Metro Nomor 01 tahun 2017 dalam Lembaran Daerah Kota Metro pada bulan Februari 2017.

“Sampai dengan bulan Juli 2017 telah terealisasi PPJ sebesar 5,4 milyar rupiah dengan rata-rata pemasukan untuk 2 bulan terakhir adalah sebesar 900 juta rupiah.” Ujar Arif Joko Arwoko.

Kepala BPPRD Kota Metro tersebut juga menambahkan, dengan adanya perjanjian kerjasama tersebut, pelaksanaan pemungutan PPJ diharapkan dapat menjadi lebih baik lagi dan kerja sama antara Pemerintah Kota Metro dan PT.PLN Area Metro dapat lebih baik dan lebih erat.

Sementara itu, perwakilan Manajer PT. PLN (PERSERO) Distribusi Lampung Area Metro, berpesan kepada Pemerintah Daerah, bahwa Pemkot Metro dan PLN harus dapat menjaga komunikasi, serta PLN harus selaras serta mendukung pembangunan yang ada di Kota Metro.

“Jumlah pelanggan di Kota Metro sampai saat ini kurang lebih 53.000, terdiri dari pasca bayar dan prabayar. Kami mengucapkan terimakasih atas penandatangan MoU ini, semoga apa yang menjadi harapan kita bersama dapat tercapai, dan kami mohon dukungan dari Pemerintah Daerah Kota Metro agar dapat berjalan dengan baik.” Ungkapnya.

Walikota Metro, Achmad Pairin, menegaskan kembali bahwa tujuan dari agenda tersebut adalah untuk menjalin kerjasama dan kebersamaan antara Pemerintah Daerah dengan PT.PLN didalam menangani permasalahan di Kota Metro. “Apa yang telah disepakati bersama pada hari ini mari kita kerjakan dengan bekerja semaksimal mungkin demi Kota Metro yang sama-sama kita cintai ini”. Jelas Pairin.